THE FULLFILL OF COVENANT 1 – PENGGENAPAN PERJANJIAN
Ringkasan khotbah Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, M.Th
Minggu, 7 Mei 2023
1. Sentral Perjanjian
Perjanjian yang dimaksud Kejadian 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Manusia tidak mentaati tatanan/hukum TUHAN, mereka memakan buah larangan. Setelah kejadian ini, Allah memberikan perjanjian awal. Allah tidak pernah ingkar janji – apapun yang telah di firman kan Nya pasti digenapi. Ribuan janji di kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sudah digenapi. Tinggal beberapa fatsal yang belum digenapi dalam kitab Wahyu. Namun kini kita sedang mengarah kesana – menuju penggenapan janji dalam kitab WAhyu. Mari meresponi Firman Allah dengan benar karena semua janji yang ada di dalamnya adalah YA dan AMIN.
Protoevangeliun dengan jelas menyebutkan bahwa akan ada peperangan antara keturunan ular dan keturunan perempuan. Keturunan perempuan akan meremukkan kepala keturunan ular, dan keturunan ular akan meremukkan tumit keturunan perempuan.
2. Alur Penggenapan Perjanjian
Penggenapan perjanjian dilakukan secara bertahap
A. Kejadian 3:21 “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.”
Kulit binatang yang dikorbankan untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa
B. Keluaran 12 – Perayaan Paskah Israel
Paskah secara garis besar dimulai dari paskah di padang gurun, seperti yang tercatat dalmam kitab keluaran 12 – penggenapan paskah adalah ketika Yesus disalibkan dan penggenapan itu terjadi bertahap. Pada peta zaman, zaman Bapa terjadi selama dua ribu tahun dimulai sejak manusia jatuh dalam dosa hingga hadirnya Abraham. Zaman Anak juga terjadi selama dua ribu tahun, yaitu sejak hadirnya Abraham hingga Yesus Kristus hadir di bumi. Perjanjian Allah dengan Abraham menyebutkan bahwa benih Abraham akan membawa berkat bagi bangsa-bangsa (Kejadian 12). Ishak adalah anak perjanjian. Dan Anak Perjanjian yang sesungguhnya, yang membawa berkat bagi bangsa-bangsa digenapi dengan kehadiran Yesus.
Karya paskah padang gurun, dampaknya :
1. Bangsa israel terbebaskan dari perbudakan di Mesir
2. Ulangan 28:1-14, Bangsa Israel jadi bangsa pilihan Allah dengan berkat-berkat yang luar biasa
Faktanya bangsa Israel tidak taat dan Tuhan menghukum mereka dengan menyebar mereka ke seluruh bumu/diaspora. Tetapi pada tahun 1948 Bangsa Israel menyatakan diri sebagai sebuah negara yang merdeka, suku-suku yang tersebar kini satu persatu mulai kembali ke Israel.
Roma 11:23-24 “Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.”
Bangsa Israel jadi bangsa pilihan Allah dengan berkat-berkat yang luar biasa, namun sebagian besar dari mereka menolak Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Hingga kini mereka masih berdoa agar nubuat tentang kedatangan mesias segera digenapi. Kita patut bersyukur karena mendapatkan berkat dari korban Kristus. Karena jika tanpa pengorbanan Kristus, kita akan tetap menjadi bangsa kafir yang tidak berpengharapan.
C. Paskah yang sejati
Yohanes 1:29 “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”
Matius 27:45-50 ” Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.” Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata: “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.” Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.”
(Markus 15:33-37, Lukas 23:44-46, Yohanes 19:28-30) Yesus mati di salib sebagai bukti si ular (iblis) meremukkan tumit-Nya.
Janji tentang keturunan perempuan sudah digenapi dengan hadirnya Yesus Kristus ke dunia. Sebagai keturunan perempuan, Yesus Kristus meremukkan kepala ular/kuasa dosa melalui pengorbananNya di kayu salib. Dan, dengan terpaku di kayu salib, keturunan ular menggenapi nubuatan – ia meremukkan tumit Yesus. Fakta sejarah mengungkapkan bahwa proses penyaliban tidak seperti yang kita lihat baik pada media lukisan maupun film. Proses pemakuan pada kaki Yesus tidak dilakukan pada punggung kaki yang disatukan melainkan dilakukan dengan meletakkan kaki Yesus di sisi kanan dan kiri kayu salib. Kemudian sisi luar tumit Yesus diberi bantalan kayu dan dipakukan pada kayu salib. Tumit Yesus benar-benar remuk tertusuk paku yehohanan.

Matius 28:1-10 “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus………..”
(Markus 16:1-8, Lukas 24:1-12, Yohanes 20:1-10) Kebangkitan-Nya dari antara orang mati sebagai bukti Dia meremukkan kepala ular/iblis. Iblis tidak bisa menahan tubuh Kristus.
Ingatlah, Yohanes 1:29 “……”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Look the lamb of God who takes away the sin of the world. Bahwa Dia sebagai Anak Domba Allah yang mengangkut dosa dunia
3. Apa dampak kematian dan kebangkitan Kristus
Di era Perjnajian Baru dampak Paskah tidak lagi hanya bagi bangsa Israel, melainkan dampaknya mendunia (Yohanes 3:16)
A. Roma 6:17, 22-23 “Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
Membebaskan semua manusia dari perbudakan dosa. Bebas dan beroleh anugerah hidup yang kekal – relasi dengan Bapa dipulihkan.
B. Roma 8:14-17 “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”
Identitas kita dipulihkan sebagai anak Allah yang sewaris dengan Putra tunggalNya (Yohanes 1:12). Roh Kudus – Roh kuasa menjadikan kita anak-anak Allah (mendapatkan pengakuan dari Bapa). Manusia menjadi hamba kebenaran – menjadi manusia baru diberi Roh Kudus – melalui karya Roh Kudus kita mendapat identitas baru sebagai anak Allah (sewaris dengan Putra tunggalNya) dilayakkan memanggil Allah sebagai Abba ya Bapa.
C. Kolose 3:9-10, “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,”
Sebagai anak Allah, maka karakter/habitat/perilaku kita adalah HIDUP KUDUS – TERANG karena Allah Bapa kita adalah KUDUS. Dusta – kain disebut sebagai anak sulung iblis, karena ia berdusta – tidak jujur pada Allah.
I Yohanes 3:10 “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”
Di dunia ini sda anak iblis dan anak Allah, tidak ada yang abu-abu. Jika bukan anak Allah maka seseorang adalah anak iblis. Anak Allah akan hidup sesuai dengan kebenaran Firman Allah, sudah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya – tidak senang berdusta.
Filipi 3:20-21 “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.”
Pada kedatanganNya yang kedua kali, kita diubahkan jadi serupa dengan diriNya yang mulia. Puncak pemulihan yang sempurna kembali kepada Kejadian 1:26 ” Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Berkat pernikahan Adam Hawa adalah menjadi raja atas seluruh ciptaan.
Dengan begitu banyaknya karya Allah dalam kehidupan kita, maka seharusnya kita menjadi orang-orang PD ketika tantangan hidup datang menguji.
Penutup dan himbauan
Melalui kegenapan perjanjian ini mari kita mempersembahkan tubuh kita menyongsong karya-Nya dalam memulihkan segala sesuatu. Kisah Para Rasul 3:21 “3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.” Menuju langit baru, bumi baru, Yerusalem baru- Wahyu 21 –
Rangkaian penggenapan terjadi tahap demi tahap. Kita berada di ujung jaman akhir, kejahatan merajalelanya, antikris akan muncul. Bait Allah akan dipulihkan namun akan dipakai oleh antikris memerintah bumi. Ini waktunya mempersembahkan hidup lebih lagi kepada Tuhan. Bertanggung jawab dengan berkat yang Tuhan berikan. Tuhan Yesus memberkati.