JANOKANG – BAGIAN 3 – HIKMAH DARI KEGAGALAN – 15 OKTOBER 2023

Ringkasan Khotbah Pdt. Bindargo, M.Th
Minggu 15 Oktober 2023
PETRUS
Kegagalannya :
- Yohanes 21:3-4 “Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.”
Petrus adalah murid yang paling cepat berespon. Namun ketika Kristus mati dan bangkit, Petrus mengajak teman-temannya kembali ke pekerjaan lama “menjala ikan”.
Episode sebelumnya
- Matius 16:21-23 “Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
Ditegur Yesus, mau menjadi pahlawan – Ini adalah kekecewaan Yesus yang pertama
- Markus 14:66-72 “Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!” Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
Menyangkal 3 kali sebagai pengikut Yesus (ayam berkokok 2 kali)
Penyangkalan yang dilakukan Petrus sunguh sangat menyakitkan dan mengecewakan. Lalu bagaimana respon Yesus? Apa yang Alkitab katakan?
- Yohanes 21:15-17 “Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Yesus mendekati Petrus sampai hidupnya dipulihkan. Tuhan Yesus melayani Petrus secara pribadi
- Yohanes 21:18-19 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”
Setelah dipulihkan Petrus diberikan mandat Kristus seumur hidupnya. Tuhan Yesus memberikan mandat pelayanan kepada Petrus seumur hidupnya – Petrus menjadi pelayanan yang militant, dipakai Tuhan secara luarbiasa dimulai dari penginjilan saat Pentakosta
Kita harus punya pemahamam seperti Tuhan Yesus, ketika ada orang gagal di sekitar kita datang dan dekati sampai orang tersebut mengerti kegagalannya dan mau dipulihkan.
Yohanes Markus
Kegagalannya :
- Kisah Para Rasul 13:4-5, 13 “Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka……..Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.”
Yohanes Markus sangat terinspirasi dengan ibunya dan pamannya – Barnabas. Ketika gereja sudah berkembang dengan luar biasa di Anthiokia – gembala pertama adalah Barnabas. Paulus dan Barnabas menjadi team penginjilan pertama, Yohanes Markus ikut menjadi bagian dari team ini. Tetapi Yohanes Markus gagal/mengundurkan diri dalam team misi, Barnabas dan Paulus (Team Pekabaran Injil 1, Tahun 46-48)
- Kisah Para Rasul 15:35-36 ”Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan. Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: “Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.”
Tahun 49-52 Paulus dan Barnabas ingin melakukan pelayanan misi lagi (proses tindal lanjut dari Pekabaran Injil)
- Kisah Para Rasul 15:37 ” Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;”
Barnabas dalam team misi ini, ingin mengajak Yohanes Markus
- Kisah Para Rasul 15:38 “tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.”
Paulus tidak setuju karena Yohanes Markus pernah gagal, meninggalkan pelayanan misi sebelumnya
Keinginan Barnabas untuk mengajak Yohanes Markus meimbulkan ketegangan hubungan dengan Paulus
- Kisah Para Rasul 15:39-40 “Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan”
- Timbul Perselisihan Paulus dan Barnabas.
- Mengakibatkan team pecah jadi dua
- Paulus dengan Silas dan Barnabas dengan Yohanes Markus
Team misi Paulus disebut Team pekabaran Injil ke-2 (Tahun 49-52). Barnabas tidak popular setelah berpisah dengan Paulus karena pencatat Alkitab masuk dalam team Paulus.
Apa yang Alkitab katakan?
- Allah mengutus Barnabas untuk dipakai memberi “Kesempatan Kedua” kepada Yohanes Markus dari kegagalannya.
- Allah bisa memakai siapa saja, disekitar kita – ketika ada yang gagal mengirim orang untuk memperbaiki
18 tahun kemudian, Yohanes Markus melayani dengan luar biasa
- Kolose 4:10b “temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas”
Markus menjadi sahabat Paulus – Barnabas memoles kehidupan Yohanes Markus, menyemangati untuk bangkit kembali
- Filemon 1:24 “dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku.”
- II Timoitus 4:11 “Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.”
Markus menjadi bagian penting dalam kehidupan Paulus, padahal dahulu Yohanes Markus begitu mengecewakan Paulus sehingga Paulus menolaknya.
- I Petrus 5:13 “Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.”
- Yohanes Markus yang mendampingi Petrsu sampai wafatnya (Thn 68- Paulus mati)
- Yohanes Markus menulis Injil Markus
Janokang – buka hati sehingga bisa menolong dan mementori (butuh banyak pengorbanan – waktu, pikiran, perasaan, dana, dll) – Roh Kudus sumber kekuatan pasti memampukan.
Demas
Yang menjadi mentor Demas adalah Rasul Paulus. Demas menjadi team yang membantu pelayanan rasul Paulus di Roma.
- Kolose 4:14 “Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.”
Salam dari Demas
- Filemon 1:24 “dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku.”
Teman sekerjaku
5 tahun kemudian…….
- II Timotius 4:9-10 “Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.
Demas telah mencintai dunia dan meninggalkan Paulus
- Galatia 3:3 “Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?”
Demas adalah contoh orang yang menoleh ke belakang, memulai dengan Roh dan mengakhiri di dalam daging
Aplikasi untuk kita semua
Belajar dari Petrus – Kita diingatkan kesetiaan Tuhan
II Timotius 2:13 “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”
Ketika brespon dengan benar – bertobat – Tuhan tetap menerima
Belajar dari Yohanes Markus – Kita diingatkan pentingnya komunitas sehat
I Korintus 15:33 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”
Amsal 17:17 “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”
Jika terjadi sesuatu, komunitaslah yang menolong.
Belajar dari Demas – Hukum Kasih Perjanjian Baru
Matius 18:15-17 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.”
- Jika saudra kita gagal tegur empat mata
- Jika tidak mau berubah, bawa dua atau tiga saksi untuk dinasehati
- Jika tetap tidak mau berubah sampaikan masalahnya kepada jemaat
- Terakhir, pandang dia orang yang tidak mengenal Allah
Penutup
Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Contoh dari 3 pribadi (Petrus, Yohanes Markus, Demas), jika kita melayani dan memenangkan mereka dari kegagalannya (Janokang) harus dibawa kepada “Penggembalaan” untuk diajar dan didewasakan sampai akhir hidupnya. Jangan menoleh ke belakang – apapun yang terjadi, pandang pada kasih kemurahan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati.