JANGAN MENOLEH KE BELAKANG – BAGIAN 1 – KELUARGA LOT BINASA KARENA HARTA

Ringkasan Khotbah Pdt. Otniel FIrmanyo Osiyo, M.Th
Minggu, 01 Oktober 2023
Kejadian 19:17 “Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.”
Abraham dan Lot diberkati Tuhan dengan luar biasa sehingga lahan penggembalaan tidak cukup untuk menggembalakan hewan ternak mereka. Perselisihan antar gembala Abraham dan Lot tidak terelakan – mereka sering terlibat perebutan lahan penggembalaan. Dengan besar hati Abraham berinisiatif untuk menawarkan perpisahan. Lot memilih Lembah Yordan, dan menetap di Sodom Gomora.
Beberapa pokok pembahasan dalam bulan ini
1. Keluraga Lot binasa karena harta. Hal menegaskan bahwa mamon adalah sahabat, bukan tuan.
2. Rasul Paulus melupaka eforia masa lalu, Filipi 3:13 “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,” – Kebanggaan sebagai ahli taurat dan penganiaya jemaat
3. Murid-murid mengikuti visi kepala gereja (Matius 28:18-20 “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”) dan meninggalkan cita-cita dan keinginannya (Galatia 5:24 “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.) – Meninggalkan keinginan pribadi
4. Progres perjalanan spiritual, Ibrani 6:1 “Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,” – beralih lanjut menuju kesempurnaan (BSJ)
5. Meninggalkan dan menanggalkan dosa-dosa masa lalu menuju kesempurnaan iman. Ibrani 12:1-2 “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
KELUARGA LOT BINASA KARENA HARTA
1. Awal yang salah
Kejadian 13:10 “Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. –”
Terpesona materi. Lot memandang dengan mata jasamaninya bahwa Lembah Yordan begitu menjanjikan. Sodom Gomora adalah pilihan yang terbaik untuk masa depan kelurganya. Tetapi mengapa dikatakan sebagai awal yang salah? Mari kita baca dalam :
- Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Lot tidak melibatkan Tuhan dalam menentukan pilihan. Mari membudayakan diri untuk melibatkan Tuhan dalam segala hal. Dengan melibatkan Tuhan menunjukkan bahwa kita mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita.
- Efesus 6:1-3 “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”
Lot mengabaikan etika. Sebagai orang yang lebih muda, seharusnya Lot mempersilahkan Abraham untuk memilih terlebih dahulu. Dengan mengabaikan Abraham, Lot tidak menghormati Abraham sebagai paman – sosok yang menggantikan peran ayah dalam kehidupannya.
2. Bagaimana selanjutnya :
Lamban dalam merespon rencana keselamatan Tuhan. Kejadian 19:16 -17 “Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.”
Berlambat-lambat karena berat meninggalkan harta benda! Hatinya sudah diikat dengan materi. Ia menolak bukit keselamatan – lebih memilih kota kecil zoar
Kejadian 19:18-23 “Kata Lot kepada mereka: “Janganlah kiranya demikian, tuanku. Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku. Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara.” Sahut malaikat itu kepadanya: “Baiklah, dalam hal ini pun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan. Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana.” Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar. Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.– Lot tidak percaya pada kuasa Allah. Ia tidak percaya bahwa ketika Tuhan sudah berfirman, Tuhan akan memampukan dan mencukupkan semuanya.
Lembah Yordan dengan kesuburannya sangat menjamin kesejahteraan penduduknya. Tetapi kesejahteraan yang diberikan hanyanya sebatas kesejahteraan finansial. Lembah Yordan – Sodom Gomora ternyata menyajikan gaya hidup dengan moral yang memprihatinkan. Kejahatan mereka begitu mengerikan sehingga Allah bermaksud membinasakannya. Allah tidak menyembunyikan rencana pemusnahan Sodom dan Gomora dari Abaraham. Teringat akan Lot dan keluarganya, Abraham memohon kepada Allah. Jika ada 10 orang saja yang hidupnya berkenan di hadapan Allah maka Sosom Gomora selamat dari penghukuman Allah. Namun jumlah ini tidak dapat dipenuhi. Lot dan keluarganya tidak menjadi berkat secara rohani bagi lingkungan mereka. Hatinya yang lebih condong mencintai harta membuatnya menjadi sama seperti penduduk Sodom Gomora.
3. Apa Akibatnya?
- Istri Lot binasa, Kejadian 19:26 “Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.”
Istri Lot kehilangan hidup karena hatinya tidak melekat kepada Allah. Ia lebih mencintai finansialnya daripada Allah yang memberikan apa yang dimilikinya saat itu.
- Generasi Lot, Moab dan Amon ditolak Tuhan
Kejadian 19:36-38 “Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. Yang lebih muda pun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.”
Ulangan 23:3 “Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,”
Generasi yang dihadirkan Lot dan anak-anaknya bukanlah generasi Ilahi. Menjadi generasi yang tertolak tentu sangat menyakitkan. Jika Lot melibatkan Tuhan sejak awal, maka dia tidak akan jatuh ke dalam berbagai kesalahan yang fatal dalam kehidupannya.
Lot ketika dalam situasi yang pelik tidak melihat pertolongan Tuhan sebagai solusi yang terbaik. Hatinya yang jauh dari Allah membuat pikirannya dipenuhi oleh hal-hal yang logis. Ia tidak percaya kuasa Allah, ia tidak percaya mujizat. Lot menolak ketika Allah menyediakan bukit keselamatan, yang aman dan menjamin kehidupan keluarganya. Lot lebih memilih goa kecil di Zoar untuk menyelamatkan diri. Cara berpikir Lot diadopsi oleh kedua anak perempuannya. Dengan tipu daya terjadilah incest- dan hadirlah Amon dan Moab, generasi yang ditolak Allah.
4. Pesan dan penutup
Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Jaga hati
Isilah hati dengan Firman Allah dan Roh Allah
- Yeremia 31:33 “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” Firman Allah
- Yehezkiel 36:27 “Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” Roh Allah
Dengan Firman Allah dan Roh Allah, kita terhindar untuk menoleh ke belakang – sebaliknya memandang dan melangkah ke depan dalam penantian kedatangan Tuhan yang kedua kali menyongsong Keserupaan dengan diriNya yang SEMPURNA
Filipi 3:20-21 “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Libatkan Tuhan sedini mungkin dalam segala sesuatu. Tuhan Yesus memberkati.