THE SPIRIT OF SONSHIP 1 – FROM REBEL TO OBEDIENT
Ringkasan Khotbah – Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, M. Th – Minggu 6 Agustus 2023
1. Kenali manusia lama kita
1 Yohanes 3:10 “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”
Di bumi ini ada dua generasi yang hadir seperti yang tertulis dalam kitab Kejadian 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”– keturunan perempuan dan keturunan ular adalah dua generasi yang akan terus berperang. Dapat disimpulkan bahwa dua generasi itu adalah :
- Anak Allah
- Anak-anak Iblis
Anak-anak iblis adalah setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah. Yang dimaksud dengan kebenaran adalah Firman Tuhan. Perbuatan pertama melawan keberanan terjadi di Taman Eden, yaitu ketika Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan baik dan jahat. Inilah awalnya muncul roh pemberontakan. Dan kehidupan manusia tercatat terus mengalami kemunduran/kemerosotan rohani.
Data surgawi :
- Mazmur 14:2-3 “TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.”
- Mazmur 53:2-3 “Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah!” Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik. Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.”
Kitab Mazmur ditulis oleh raja Daud 1.000 tahun SM. Dituliskan bahwa keadaan manusia semua telah menyeleweng, semua telah bejat, tidak ada yang berbuat baik seorangpun tidak. Ini berarti dulu kita adalah :
- Anak-anak iblis – ada DNA
- Pemberontak – rebel
Sejak dahulu keadaan manusia begitu memprihatikan. Semua disebutkan menyeleweng, tidak mengenal dan tidak berusaha mencari Allah. Semua manusia hidup menurut kesenangannya sendiri, tidak mempedulikan hal-hal yang bersifat rohani.
2. Siapakah Bapaknya?
Yohanes 8:44 “ Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” IBLISLAH BAPAMU
- pembunuh manusia sejak semula
- tidak hidup dalam kebenaran (rebel)
- pendusta (bapa segala dusta)
Efesus 2:11-12 “Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, –bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.”
Maleakhi 1:6 “Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?”
Bangsa Israel kehilangan banyak hal dari Allah Bapa karena tidak hidup dalam kebenaran. Sebagai bangsa pilihan, bangsa Israel mengabaikan hak dan kewajibannya yang istimewa. Bangsa Israel hidup tanpa penghormatan pada Bapa di sorga.
Betapa mirisnya kehidupan kita dulu, non Israel – bangsa kafir, tidak mengenal Allah – tanpa Kristus, hidup dalam pemberontakan. Inilah manusia lama kita, HIDUP TANPA HARAPAN
3. Anugerah-Nya bergulir!
Yohanes 1:10-12 ” Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
Roma 6:17-18 ” Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.”
Roma 8:14-15 ”Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
Penebusan korban kalvari membuat kita diadopsi menjadi Anak Allah oleh bapa di sorga. Kita yang dahulu adalah anak-anak iblis, hidup tanpa pengharapan, bukan termasuk bangsa pilihan, tapi kini mendapat kasih karunia – diangkat menjadi anak oleh Allah Bapa. Kini kita memiliki Bapa yang tidak pernah ingkar janji. Oleh anugerahnya kita menerima “The Spirit of Sonship” Roh Keputraan. Kita diangkat jadi anak-Nya
4. Kehidupan Sang Putra
- Memiliki Roh Penundukan kepada Bapa
1 Korintus 15:28 “Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”
- Jadi pelaku kehendakNya
Yohanes 4:34 “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”
- Jadilah kehendak Mu Bapa
Lukas 22:42 “22:42 “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
- Dia taat sampai mati tersalib
Filipi 2:8 “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Milikilah Roh Keputraan yang ada pada Kristus Yesus yaitu Roh Penundukan atas kehendak Bapa-Nya bahkan tunduk sampai mati tersalib. Aplikasikan ini dalam berkeluarga, berkarya, berjemaat dan juga ber-SINODE. Ketika diadopsi menjadi anak-anak Allah, kita memperoleh identitas baru. Identitas baru ini membawa kita untuk memiliki gaya hidup semakin serupa dengan Kristus.
5. Apa Jaminannya?
Roma 8:16-17 “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”
Ketika kita sudah diadopsi menjadi anak-anak Allah maka kita diberi hak istimewa yaitu menerima janji-janji Allah – Sewaris dengan Putra Tunggal-Nya. Jadi, mari terus hidup dalam rancanganNya. Apapun tantangan di depan, jangan menyerah karena kita adalah ahli-ahli waris yang berhal menerima penggenapan janji-janji Allah.
6. Pesan dan Penutup
Efesus 5:15-16 “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”
Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
Kita hidup di penghunjung zaman akhir, jadi mari hidup dengan bijaksana di hari-hari yang jahat ini. Mari memaksimalkan apa yag sudah kita terima dari Allah dengan menjadi penurut kehendak Bapa (obedient) dengan semangat yang menyala-nyala dan biarlah the spirit of sonship ini menjadi karakter kita dalam melayani. Tuhan Yesus memberkati.