COME BACK HOME 1  – SORGA MINI DALAM RUMAH

Ringkasan Khotbah – Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, M.Th.
Minggu, 4 Juni 2023

Dalam bahasa Inggris House adalah rumah dalam bangunan fisik, tetapi home adalah suasana rumah yang penuh kasih dan rasa kekeluargaan.

1. Review

Yoel 2:28-29  “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.”

Yehezkiel 36:26-27 ”Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”

Kegenapan janji pencurahan Roh Kudus, Kisah Para Rasul 2:4 “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”– Kegenapan Janji-Nya.

Bahasa-bahasa lain adalah bahasa lidah yang bisa dimengerti/diterjemahkan oleh orang-orang Yahudi yang menetap di bangsa lain maupun orang asing yang sedang berada di Yerusalem. Bahasa lidah itu  menceritakan tentang perbuatan Allah yang luar biasa.

Di era Perjanjian Lama pencurahan Roh Kudus terjadi secara insidentil dan hanya bagi orang-orang tertentu. Tetapi di era Perjanjian Baru, pencurahan Roh Kudus bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan dicurahkan bagi siapa saja yang mengundang Roh Kudus. Kepenuhan Roh Kudus tidak terjadi sekali saja. Pelayanan memerlukan energi, jadi kita perlu terus menerus diisi Roh Kudus, dan terus menjaga hidup kudus.


2. Apa dampak kehadiran Roh Kudus

Tujuan Tuhan mencurahkan Roh Kudus

1 Korintus 6:19 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

I Korintus 3:16 “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

Ketika Roh Kudus ditaruh di hati, maka tubuh berfungsi sebagai bait Allah yang hidup.

Yeremia 31:31-34 “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.”

Ibrani 8:10 “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

Ibrani 10:16 “sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,”

Tuhan menaruh hukum-hukumNya di loh hati manusia/otak kanan/dianoya. Dianoya tempat kita berkomunikasi dengan Tuhan. Firman Allah digenapi – Roh Allah yang menuntun. Jadi, tubuh kita diisi Firman Allah dan Roh Allah di loh hati kita/dianoya/otak kanan, maka tubuh kita jadi rumah Allah yang hidup.

3. Perhatikan!

Mezbah berkembang menjadi tabernakel pada zaman Musa. Bait Allah Salomo – Bait Allah untuk ritual membangun komunikasi dengan Allah.

Rumah Allah jasmani (bait salomo) membawa mereka sampai pada roh agamawi (Yudaisme). Tidak menjadikan bangsa Israel menjadi pribadi yang dikehendaki Allah. Mereka dibuang dari negeri perjanjian, tercecer hingga kini.

Bait Allah Salomo atas ijin Allah dihancurkan oleh kerajaan Babel. Kemudian dibangun oleh Ezra dan Nehemia saat diijinkan pulang dari pembuangan. Era Perjanjian Baru Bait Allah dibangun kembali pada jaman Yesus – Herodes. Tetapi pada tahun 70 di hancurkan romawi – jenderal Titus dan hanya menyisakan tembok luar sebelah barat yang kemudian disebut sebagai tembok ratapan. Bangsa Yahudi berdoa di tembok ratapan – menulis doa di kertas dan memasukkan di celah-celah tembok. 3 doa mereka adalah  israel kokoh, Mesias segera datang, membangun Bait Allah yang baru. Sesuai dengan hukum Taurat, maka setelah selesai berdoa mereka harus berjalan mundur hingga batas bangunan, mereka tidak boleh memunggungi/membelakangi  tembok.

Sebaliknya dengan hadirnya Firman Allah dan Roh Allah pada loh hati kita, setelah kita percaya dan menerima Yesus kristus satu-satunya Juru Selamat, kita punya pengalaman nyata relasi/hubungan dengan Sang Pencipta yang hidup. Dalam percakapan Yesus dengan perempuan samaria, Yesus mengatakan bahwa orang percaya akan menyembah Allah Bapa dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4). Tubuh kita adalah Bait Allah karena Allah menaruh Firman dan Roh-Nya di dalam dianoya kita.

4. Maka kekristenan itu bukan sebatas agama, melainkan suatu pengalaman nyata hidup dalam persekutuan dengan Sang Pencipta alam semesta melalui Sang Putra Yesus Kristus Tuhan Kita. Agama kristen tidak bisa menyelamatkan. Agama hanya  mampu menjadikan manusia menjadi orang yang baik. Jangan bangga dengan kehidupan agamawi, tetapi mari berprilaku seperti yang Tuhan mau – menjadi pelaku kebenaran Firman Tuhan.

5. Apa tanggung jawab kita?

Isilah rumah kita (house) dengan pribadi-pribadi yang mengasihi Tuhan (karena ada Firman Allah dan Roh Allah) sehingga jadi “Home” – kerajaan sorga mini

Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Isi kerajaan sorga adalah kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleeh Roh Kudus. Ketika Yesus hadir  menjadi imam besar Agung Ia merubah semua tatanan agamawi. House adalah bangunan fisik saja, kemewahan di dalamnya tidak menjamin kenyamanan bagi seluruh anggotanya. Tetapi home, adalah nuansa kekeluargaan dimana di dalamnya diisi oleh pribadi yang mengasihi Tuhan, ada kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Anak-anak selalu rindu rumah karena rumah penuh dengan suasana yang meneduhkan.

6. Bagaimana caranya?

– Persiapankan perkawinan yang kudus

Ibrani 13:4 “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.”

Hendaknya pernikahan terjadi karena sudah dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, sehingga calon suami dan calon istri sudah memahami benar peran dan tugasnya. Pernikahan yang dilakukan tanpa persiapan cenderung menghadirkan rumah tangga yang kurang maksimal. Diperlukan energi ekstra untuk memperbaiki kekurangan.

– Hadirkan generasi ilahi

Maleakhi 2:15 “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

Anak yang dihadirkan dalam rumah tangga adalah buah doa. Setiap laki-laki dan perempuan diciptakan Allah untuk menghadirkan generasi yang kudus.

Pemuridan mulai dari rumah

Ulangan 6:5-7 “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Tanamkan pada anak bahwa Tuhan punya rancangan yang besar.  Oleh karenanya mari kita didik anak-anak kita untuk menjaga sperma dan rahim mereka. Kuasa gelap akan terus menghancurkan generasi dengan berbagai cara – merusak generasi dengan pornografi, pornoaksi, sex bebas, dll.

– Hidupi persekutuan bersama mulai dari keluarga

Ibrani 10:25 “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Budayakan untuk memiliki waktu khusus beribadah/berdoa bersama keluarga. Bergabung dengan komunitas-komunitas rohani yang ada.

7. Kesimpulan/pesan

Yohanes 14:1-3 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Wahyu 21:3-4 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Mari kita wujudkan sorga mini dalam keluarga kita, sehingga ada “Gairah”/kerinduan selalu berdoa. Menyongsong rumah bapa yang sesungguhnya. Tuhan Yesus memberkati.