JUBAH KEMULIAAN 3 – JUBAH PAULUS DALAM KONTEKS MISI (II TIMOTIUS 4:13, KPR 20:1-2)
Ringkasan khotbah Pdt. Bindargo, M.Th
Minggu, 16 Oktober 2022
II Timotius 4:13 “Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.”
Ini adalah pesan Paulus kepada Timotius menjelang kematiannya di kota Roma (th 68 M). Timotius adalah murid yang paling dekat dengan Paulus. Saat itu Timotius menjadi gembala di kota Efesus. Ada tiga property milik Paulus yang ditinggal di Troas, yaitu jubah, kitab-kitab dan perkamen. Perkamen adalah kulit domba yang dikeringkan dan digunakan sebagai media untuk menulis. Troas adalah sebuah kota yang mengingatkan Paulus akan kebaikan Tuhan yang luar biasa
Roma menjadi tempat Paulus menghembuskan nafas terakhir. Puncak penderitaan Paulus terjadi di kota Roma ini. Kebencian kaisar Nero pada kekristenan membuat ia membakar Roma tetapi kemudian menyebarkan fitnah bahwa orang Yahudilah yang membakarnya. Kaisar Nero juga mengintimidasi orang percaya dengan menangkap dan menghukum mereka. Di Roma, ada sebuah gelanggang olahraga dengan berbagai pertandingan olah raga. Di kemudian hari gelanggang ini digunakan kaisar Nero untuk mencobai orang-orang percaya yang ditangkap. Orang-orang ini akan ditempatkan ditengah-tengah gelanggang kemudian Kaisar Nero akan menawarkan pilihan, tetap percaya Yesus atau menyangkal Yesus. Jika menyangkal maka mereka dibebaskan, tetapi jika tetap percaya maka kaisar akan memerintahkan prajuritnya untuk melepaskan sekawanan singa yang sengaja tidak diberi makan beberapa hari. Singa yang kelaparan ini akan mencabik-cabik tubuh orang percaya dan memakan mereka. Pertunjukan yang mengerikan dan sangat tidak manusiawi ini menjadi sebuah tontonan/hiburan yang disenangi penduduk Roma. Bagi kaisar Nero kedua, orang Yahudi disebutkan sebagai komunitas yang eksklusif, suka berkumpul, beribadah dan memecah-mecahkan roti. Hal ini dipakai Kaisar Nero untukk menyebarkan fitnah bahwa dalam ibadah orang Yahudi suka makan daging dan minum darah.
Jubah yang tertinggal di kota Troas menyimpan kisah perjalanan misi yang luar biasa, mengingatkan Paulus :
1. Selamat dari huru hara di kota Efesus
Kisah Para Rasul 20:1a “setelah reda keributan itu, Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka.”
Efesus adalah salah satu tempat yang dikunjungi dalam perjalanan misi ketiga Paulus, perjalanan ini terjadi pada tahun 57-58. Efesus adalah salah satu dari tiga (Efesus, Kaisarea, Alexandria) kota besar dalam pemerintahan Roma. Paulus melayani selama dua tahun di Efesus. Dalam pelayanannya ini, Paulus memenangkan 12 murid. Ia begitu bersemangat dalam melayani. Pada pagi-siang hari, selama lebih dari 2 tahun ia melayani/mengajar di ruang Tiranus. Sore harinya ia berkeliling mengajar disertai dengan mujizat tanda ajaib dari Roh Kudus (bayangan Petrus bisa meyembuhkan, jubah dan sapu tangannyapun bisa menyembuhkan).
Di Efesus ada seorang imam Yahudi yang bernama Skewa, ia memiliki 7 anak laki-laki. Ke 7 anak Skewa ini mencoba meniru pelayanan pelepasan Paulus (mengusir setan dalam nama Yesus). Namun ketika hal itu dilakukan, roh jahat yang ingin mereka usir justru berbalik menyerang, melukai dan melecehkan mereka. Roh jahat itu sangat mempermalukan anak-anak Skewa, dengan telanjang dan tubuh penuh luka mereka semua melarikan diri. Peristiwa ini sangat menggemparkan kota Efesus. Banyak orang yang dulu terpikat dan terikat dengan sihir mulai percaya dengan Tuhan Yesus.
Efesus adalah kota besar dengan penyembahan berhala sebagai daya tariknya, ada begitu banyak kuil dewi Arthemis di sana. Sebagai syarat agar usaha menjadi laris/sukses maka para pengusaha yang datang ke Efesus, setelah mengunjungi kuil dewi Artemis mereka wajib tidur dengan pelacur, jadi kota ini menyediakan banyak pelacur bakti.
Seorang pengusaha/pengrajin perak/pembuat souvenir kuil-kuil dewi Artemis bernama Demetrius merasa begitu terancam dengan pengajaran Paulus. Jika semakin banyak penduduk Efesus yang percaya pada Yesus maka usahanya akan mengalami penurunan omzet secara drastis karena Efesus tidak lagi menjadi pusat penyembahan dewi arthemis. Demetrius menyebarkan fitnah tentang Paulus, ia memprovokasi pekerjanya untuk memprotes pelayanan Paulus dan team Penginjilannya. Situasi Efesus menjadi riuh, kacau, banyak orang berkumpul di Gedung kesenian tanpa tahu permaslaahan secara pasti. Namun, situasi bisa dikendalikan oleh panitera kota dan semua orang mulai membubarkan diri.
Kota Efesus juga menjadi tempat Paulus menulis surat I Korintus (Th 55 M)
2. Menguatkan hati jemaat di Propinsi Makedonia
Kisah Para Rasul 20:1b-2a “Dan sesudah minta diri, Ia berangkat ke Makedonia. Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ”
Makedonia terletak di benua Eropa. Ada tiga jemaat di Makedonia yaitu, Filipi, Tesalonika dan Berea. Paulus melayani selama 1 tahun di Makedonia. Paulus menulis Surat II Korintus (Th 56 M) tentang jemaat korintus yang kurang peduli dengan pekerjaan Tuhan, suka mengkritik pelayanan. Jemaat di Makedonia adalah jemaat yang kecil, mayoritas jemaatnya adalah Wanita – salah satunya adalah Lidia, seorang penjual kain ungu. Tetapi sekalipun kecil, jemaat Makedonia dijadikan Paulus sebagai model dalam memberi (II Korintus 9:1-4). II Korintus 9:6 “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. “ Hukum Menabur. II Korintus 11:9, Paulus dicukupkan Jemaat Makedonia, sungguh jemaat yang kecil ini sangat bermurah hati
3. Di propinsi Yunani ia akan dibunuh karena Kritus Yesus
Kisah Para Rasul 20:2B,3 “Lalu tibalah Ia di tanah Yunani. Sesudah tiga bulan lamanya tinggal di situ Ia hendak berlayar ke Siria. Tetapi pada waktu itu orang-orang Yahudi bermaksud membunuh dia. Karena itu ia memutuskan untuk kembali melalui Makedonia”
Selama tiga bulan Paulus singgah diprovinsi Yunani, di kota Korintus, Kengkrea, Athena.. Pelayanan Paulus adalah pelayanan yang selalu penuh resiko. Ia tidak hanya menerima tekanan/intimidasi dari orang non Yahudi, tetapi juga terus dibayangi oleh ancaman dari bangsanya sendiri, bangsa Yahudi. Dalam situasi yang tersulit sekalipun, Paulus selalu menangkap peluang pelayanan dengan maksimal, ia selalu memberi yang terbaik. Dalam situas yang sulit, tertekan ia masih bisa berkarya. Di Yunani Paulus menulis Surat Roma (Th 57M) dalam waktu tiga bulan
4. Kagum kepada Tuhan memiliki armasa besar team Pekabaran Injil
Kisah Para Rasul 20:4-5 “Ia disertai oleh Sopater anak Pirus, dari Berea, dan Aristarkhus dan Sekundus, keduanya dari Tesalonika, dan Gayus dari Derbe, dan Timotius dan dua orang dari Asia, yaitu Tikhikus dan Trofimus. Mereka itu berangkat lebih dahulu dan menantikan kami di Troas”
Team pekabaran Injil Paulus
- Sopater, Aristarkus, Sekundus, dari Prov. Makedonia
- Gayus, Timotius, dari Prov. Galatia
- Tikhikus, Trofimus, dari Prov. Asia
- Terdiri dari 5 Suku Bangsa, 8 Bahasa
Ini adalah team pelayanan yang lengkap. Masing-masing pribadi mempuyai keahlian khusus. Jemaat yang dilayani Paulus, jika menghadapi masalah (masalah hukum, masalah intern Yahudi, masalah non Yahudi) akan dibantu oleh team pelayanan Paulus ini.
5. Oleh Kuasa Roh Kudus mengadakan mujizat dan persekutuan erat
Kisah Para Rasul 20:7-12 “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. Di ruang atas, di mana kami berkumpul, dinyalakan banyak lampu. Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati. Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.” Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. Sementara itu mereka mengantarkan orang muda itu hidup ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur.”
- Menghidupkan Eutikhus yang mati
- Memecah mecahkan Roti (ayat 7,11)
Kesimpulan
Dengan peristiwa tertinggal jubahnya di kota Troas, Paulus Mengingat:
- Perbuatan Besar Tuhan yang menyertainya, dalam suka dan duka dengan di tandai Mujizat/Tanda Ajaib dari Kuasa Roh Kudus
- Orang-orang di seputarnya yang memberi Support: tenaga, pikiran, waktu, doa, dana dan kehidupannya, dalam melayani Tuhan.
Penerapan/aplikasi
Di Era modern ini kitapun bisa menjadi orang-orang yang mensupport pekerjaan Tuhan di ladang Misi, Sampai Pelayan itu mendekati seperti yang di alami dan dirasakan oleh Rasul Paulus.
Caranya :
- Mendukung dalam doa
- Mendukung dalam bentuk dana
- Tidak menutup kemungkinan kita siap menjadi alatNya Tuhan.
Dari satu jubah Paulus yang sederhana, kita bisa belajar tentang seribu kisah pelayanan yang luar biasa. Rasul Paulus disertai dahsyat oleh Roh Kudus tetapi juga di dukung oleh orang-orang yang peduli dengan pelayanan. Ada begitu banyak kesempatan untuk melayani, ada yang bergerak di akar rumput ada yang mendukung dalam doa, ada mendukung logistik dan dana.
Gereja kita juga aktif bergerak dalam Misi – Pengabaran Injil. Mereka yang terpanggil dan diutus ke daerah-daerah terpencil, mereka berada di ujung tombak Penginjilan dan sangat memerlukan topangan/dukungan kita. Daerah pelayanan mereka adalah daerah yang sulit dijangkau-minim fasilitas, bahkan belum ada orang percaya disana. Selagi masih ada kesempatan, jangan berdiam diri, atau menjadi penonton yang ahli mengkritik. Mari bersama-sama bergabung menjadi satu team pelayanan, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Tuhan Yesus memberkati.