MANUSIA BARU 1 – THE NEW ME
Ringkasan khotbah Pdt. Yehaziel Silvanus Elnatan Osiyo, M.Th
Minggu, 04 September 2022
Kejadian 2:16-17 “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Taman Eden adalah rumah terbaik yang diciptakan Allah bagi manusia pertama. Taman ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun tidak semua yang ada di dalam taman ini bisa dinikmati. Dari seluruh pohon di taman Eden hanya ada satu pohon yang buahnya tidak boleh dimakan. Allah memberikan perintah untuk tidak memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Namun manusia tidak taat, mereka melanggar perintah Allah itu. Manusia tertipu oleh bujuk rayu iblis, yang mengatakan bahwa manusia tidak akan mati setelah makan buah itu, tetapi akan menjadi seperti Allah – tahu yang benar dan jahat.
Betapa terkejutnya manusia setelah menikmati buah larangan itu, mereka kehilangan pakaian kemuliaan Allah – manusia mendapati diri bahwa mereka telanjang.
Kejadian 3:21 “ Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
Karena kasihNya yang besar Allah mengorbankan binatang ciptaanNya untuk menutupi ketelanjangan manusia. Harus ada yang dikorbankan Allah untuk melindungi manusia.
Jika manusia tidak mati setelah memakan buah larangan itu, maka kematian seperti apakah yang menimpa manusia? Kematian yang dialami oleh manusia adalah manusia tidak lagi hidup dalam kebenaran, kekudusan dan kekekalan. Hidup manusia di bumi akan dibatasi oleh usia.
THE NEW ME – SAYA YANG BARU bicara tentang pemulihan, tentang pakaian baru yang diciptakan Allah.
Efesus 4:24 “dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Pakaian baru diciptakan Allah dalam kebenaran dan kekudusan. Ketika menjadi ciptaan baru di dalam Kristus ada kebenaran dan kekudusan. Manusia baru, kata baru dalam bahasa Yunani disebut Neos dan kainos. Neos – artinya yang belum ada sebelumnya, dari yang belum ada diadakan, dibuat ada, dijadikan ada. Sedangkan Kainos – berbicara baru secara kualitas.
Jika ada istilah manusia baru, tentunya ada istilah manusia lama. Sebelum mengenakan manusia baru – kita adalah manusia lama (Kejadian 2:17). Manusia baru disebut sebagai neos yang artinya sebelumnya tidak ada. Kita harus tahu siapa THE OLD ME – SAYA YANG LAMA sebelum mempelajari THE NEW ME-SAYA YANG BARU.
THE OLD ME, MANUSIA LAMA :
1. Tidak mengenal Allah dengan pikiran yang sia-sia
- Efesus 4:17 “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia”
- Pikiran dalam bahasa Yunani disebut Nous yang artinya akal, pikiran, kesanggupan, kesadaran, roh, pengertian. Sedangkan arti kata sia-sia adalah fana, sesat.
- Manusia lama memiliki kemampuan untuk berpikir tetapi semuanya itu sia-sia, fana atau sesat. Pikirannya dipenuhi hal-hal duaniawi yang menyesatkan. Orang yang tidak mengenal Allah, pikirannya sesat – pikirannya hanya berpusat pada dirinya sendiri. Segala sesuatu yang bersifat kekekalan sangat jauh dari hidupnya. Seharusnya, jika kita sudah percaya kepada Allah, hal-hal seperti ini sudah ditinggalkan.
2. Pengertiannya gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah
- Efesus 4:18 “dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.”
- Penelitian terhadap otak menyatakan bahwa dianoia berada di otak kanan.
- Dianoia berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah pengertian akal budi, kesadaran untuk mengerti hal-hal di bidang rohani dan etis. Dianoia sering kita kenal sebagai akal budi
- Roma 1:21 “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.“ Dianoia-nya digelapkan, inilah yang terjadi/dialami Adam dan Hawa ketika lebih menuruti perkataan iblis di taman eden. Orang yang diaoia-nya digelapkan tidak menyadari bahwa hidup yang sedang dijalani adalah sia-sia. Ada orang yang mengenal Allah tetapi kenyataanya mereka tidak memuliakan Allah atau mengucap syukur kepadaNya. Dia tahu Allah, tetapi imannya tidak sesuai dengan perbuatannya.
- Roma 1:22 “Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.” Kekristenan hanya menjadi sekedar identitas rohani, tidak hidup dalam kebenaran Firman Tuhan
- Terasing (terpisah) dari persekutuan dengan Allah – semua kemuliaan yang Allah beri dilucuti
- MATI! Kematian bukan hanya ketika roh berpisah dari tubuh manusia. Tetapi kematian juga terjadi ketika roh manusia berpisah dengan Roh Allah. Kematian bukan ketika perhentian/nafas berhenti, namun ketika manusia hidup – tetapi hidup dalam kegelapan dianoia maka pada hakekatnya ia mati.
- Mereka yang mengenal Allah tetapi tidak sungguh-sungguh mengalami pertobatan – tidak bertobat, menolak untuk mengenal Tuhan sedang menuju kepada kematian rohani. Kebodohan rohani bukan kebodohan secara akademis/intelektual – tetapi tidak mengenal/menolak untuk mengenal Tuhan dengan benar. Mereka yang secara sengaja menolak yang baik dari Allah akan memiliki hati yang keras.
3. Perasaannya TUMPUL
Efesus 4:19 “Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.”
- Awalnya memiliki kepekaan/tajam – bisa mengenal suara Tuhan, mengenali tanda-tanda. Tetapi karena terus menjauh dari Tuhan perasaannya menjadi tumpul : menjadi lemah, tidak sadar, hilang perasaannya.
- Karena terus melemah, akhirnya menyerah di bawah kuasa hawa nafsu daging. Tidak bisa menolak keinginan daging.
- Tantangan semakin berat karena hawa nafsu tidak hanya tentang Hasrat seksual tetapi segala sesuatu yang berpusat pada diri sendiri, dan segala sesuatu yang menarik kita menjauh dari hadirat Allah
THE NEW ME – MANUSIA BARU
Manusia lama kita sungguh sangat memprihatinkan keadaannya, tidak memiliki pengharapan. Tetapi Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Manusia lama kita dibuang Efesus 2:9-10 “itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru Kolose 3:9-10 “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
BAGAIMANA DENGAN MANUSIA BARU? SAYA YANG BARU – THE NEW ME?
1. Teladan utama dan sempurna saya adalah Yesus Kristus Tuhan.
Efesus 4:20 “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.”
Ada banyak tokoh yang baik di dunia ini – tetapi mereka tidak sempurna, hanya Yesus teladan yang sempurna
2. Mengikuti dan mengenal Yesus dengan benar melalui pengajaranNya.
Efesus 4:21 “Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,”
Mengikut artinya berada tidak jauh dari yang diikuti. Kedua belas murid Yesus, sebagai komunitas yang terus bersama-Nya, mempelajari dan mengikuti bagaimana Yesus berespon dan berperilaku. Bagi kita saat ini, kita mengikut Yesus melalui Firman Tuhan. Manusia baru suka membaca firman dan selalu rindu mencari perkenanan Tuhan.
3. Menanggalkan dan meninggalkan manusia lama beserta gaya hidupnya.
Efesus 4:22 “yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,”
Efesus 4:22 “Sebab itu tanggalkanlah manusia lama dengan pola kehidupan lama yang sedang dirusakkan oleh keinginan-keinginannya yang menyesatkan. (BIS)
Pakaian kemuliaan adalah sesuatu yang baru (neos), bukan sesuatu yang lama kemudian diperbaharui. Seharusnya bagi kita tidak sulit menanggalkan dan meninggalkan manusia lama yang pikirannya sia-sia dan hatinya gelap. Manusia lama menuju pada kerusakan – lalu untuk apa manusia lama dipertahankan? Dianoia yang terang – bisa melihat persoalan dan bisa berpikir dengan jelas. Pola hidup manusia lama ada berada dalam lingkaran setan, kehidupannya akan berputar-putar di kegelapan.
Faktanya ada banyak orang percaya yang kembali kepada manusia lama – kemudian mereka tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Menolak berubah dan kembali mengenakan manusia lama bagaikan kembali mengambil pakaian yang rusak, kotor dan bau – lalu dikenakan. Bukankah hal ini menimbulkan ketidaknyamanan? Tetapi ada banyak yang melakukannya, bahkan dengan PD tetap melayani Tuhan dengan pakaian yang tidak layak.
Kolose 3:5 “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,”
Kolose 3:8-9 “Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,”
Roma 6:6 “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
Manusia lama sudah dipaku di kayu salib. Mengenakan manusia baru artinya proses untuk terus menerus diperbaharui – pertobatan tidak hanya sekali. Proses mengenakan manusia baru adalah proses yang terjadi seumur hidup hingga roh kita berpisah dari tubuh kita. Janganlah melecehkan korban Kristus di kayu salib dengan terus bermain-main dengan manusia lama. Ingat! Ada dosa yang tidak bisa diampuni, Lukas 12:10 “Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.”
Tantangan di depan kita semakiin berat. Revolusi industry bergerak dengan begitu cepat. Perkembangan teknologi bisa sangat menolong pekerjaan dan kegiatan sehari-hari kita, namun juga bisa menjadi jerat yang bisa menarik dan mengikat kita untuk kembali mengenakan manusia lama. Oleh karenanya gunakan teknologi dengan bijak. Teknologi adalah alat yang akan digunakan oleh pemerintahan antikris.
4. Saya Mengijinkan Roh Allah Memperbaharui Hati dan Pikiran Saya Seluruhnya,
Efesus 4:23 “supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,”
Efesus 4:23 “Hendaklah hati dan pikiranmu dibaharui seluruhnya” (BIS)
Efesus 4:23 “supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu” (TB)
“Supaya kamu dibaharui oleh roh dari pikiranmu”
Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Roh yang menguasi pikiran. Kata dibaharui – sifatya pasif (bahasa asli). Manusia tidak bisa memperbaharui rohnya sendiri.
I Korintus 2:16 “Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”
Pertobatan adalah proses yang terjadi terus menerus, setiap hari, setiap saat. Pertobatan harus dikerjakan terus menerus, karena menjadi tidak berguna jika dilakukan sekali-kali…..jadi mari terus menjaga api pertobatan terus menyala dalam kehidupan kita
PERTOBATAN TIDAK AKAN MERAMPAS TALENTA KITA MELAINKAN AKAN MEMAKSIMALKANNYA UNTUK KEMULIAAN TUHAN. Pertumbuhan terjadi di dalam, dan perubahan terjadi di luar.
5. Hidupku sekarang untuk menghidupi kehendak Allah
Efesus 4:24 “dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Efesus 4:24 “Hendaklah kalian hidup sebagai manusia baru yang diciptakan menurut pola Allah; yaitu dengan tabiat yang benar, lurus dan suci.” (BIS)
Efesus 4:24 “dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”(TB)
Hidup yang kita hidupi bukan mengikuti kehendak kita, melainkan hidup dalam kehendak Allah
Karena kasihNya yang besar Allah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal agar manusia lama yang kotor, degil, bodoh, tidak berpengharapan, menjadi manusia baru yang berakal budi, memiliki pikiran yang jernih dan terang, dan hidup dalam pengharapan yang pasti. Ketika hidup kita diperbaharui maka hidup kita pasti menghasilkan buah yang tetap. Tuhan Yesus memberkati!